Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M

  • Senin, 17 Mei 2021 - 12:54:32 WIB
  • admin kip
Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M

Talang Ubi,13 April 2021 Kementrian Agama ( Kemenag RI ) telah mengeluarkan (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1442 H/2021 M. Dalam surat edaran tersebut mengatur tentang buka bersama, shalat berjamaah, tarawih, dan witir, tadarus Al-qur’an dengan jumlah kehadiran 50% dari kapasitas masjid ataupun musholah.

Adapun isi dari surat edaran Menag RI No SE 04 tahun 2021 sebagai berikut :

Perubahan surat edaran  No SE 04 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/ 2021 M

  1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit/ atas alasan syar’i lainnya, wajib menjalankan ibadah Puasa Ramadhan.
  2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
  3. Kegiatan buka puasa bersama yang tetap dilakasanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.
  4. Pengurus masjid/musholah dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah anatara lain:

~ Shalat Fardhu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Alqur’an dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musholah, menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman antar jamaah, dan membawa sajadah/mukenah masing-masing

~ Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadhan dan Kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

~ Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid/Musholah dilakasanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangandengan penerapan protocol kesehatan secara ketat.

  1. Pengurus dan pengelola masjid/musholah wajib menunjuk petugas untuk menerapkan protokol kesehatan, melakukan desinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan dipintu masuk masjid/musholah, menggunakan masker, menjaga jarak aman.
  2. Kegiatan ibadah Ramadhan di masjid/musholah, seperti sholat tarawih dan witir, tadarus qur’an, iktikaf dan peringatan Nuzulul Qur’an TIDAK BOLEH dilakasanakan di daerah yang termasuk kategori Zona Merah (risiko tinggi) dan Zona Orange (risiko sedang) penyebaran COVID 19 berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.
  3. Peringatan Nuzul Qur’an yang diadakan didalam maupun diluar gedung, di daerah yang masuk kategori Zona Kuning(risiko rendah) dan aman dari penyebaran COVID 19 atau Zona Hijau, wajib memperhatikan prorokol kesehatan secara ketat dan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas tempat atau lapangan.
  4. Vaksinasi COVID 19 dapat dilakukan di bulan Ramadhan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksianasi Covi 19 saat berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.
  5. Kegiatan Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Sadakah (ZIS) serta Zakat Fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dengan memperhatikan protocol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.
  6. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadhan segenap umat islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, ukhuwwah bashariyah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.
  7. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlakul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan al-qur’an dan as-sunnah.
  8. Shalat Idul Firi 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilakasanakan dimasjid/di lapangan terbuka dengan memeperhatikan protocol kesehatan secara ketat, berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 setempat.

 

  • Senin, 17 Mei 2021 - 12:54:32 WIB
  • admin kip

Berita Terkait Lainnya